SIM Inventaris BAPPEDA

0

 SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA INVENTARIS DI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH


ABSTRAK
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Propinsi XXX, yang merupakan perangkat daerah, yang diserahkan wewenang, tugas dan tanggung jawab menunjang penyelenggaraan otonomi daerah, desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan dibidang perencanaan pembangunan daerah di daerah. Pengelolaan data, khususnya data inventaris, BAPPEDA Provinsi XXX masih menggunakan sistem pencatatan secara manual menggunakan microsoft excel. Sehingga timbul masalah dalam hal ketelitian dan ke akuratan data.
Untuk mengatasi masalah diatas, maka dibuatlah suatu sistem terkomputerisasi dengan sebuah database sebagai penyimpanan data. Sistem ini akan menggantikan sistem manual yang selama ini digunakan oleh BAPPEDA Provinsi XXX Sistem akan mengelola data inventaris yaitu: Data Pengadaan Barang, Data Buku Barang, Data Mutasi Barang. Sistem  dibuat berdasarkan acuan dari sistem lama dengan memberikan fasilitas kemudahan dari sistem yang selama ini digunakan. Tahapan penting yang dilakukan oleh sistem ini adalah proses Tambah, Ubah, Hapus, Pencarian, dan Laporan.
Kata kunci : BAPPEDA Provinsi XXX, inventaris, dan sistem.

1.1  Latar Belakang

Perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini telah menghadirkan komputer ditengah-tengah masyarakat, hampir seluruh masyarakat terlibat secara langsung dalam penggunaan komputer. Seiring dengan perkembangan teknologi pada masa sekarang, sudah sangat cepat dan maju, salah satunya adalah teknologi komputer. Perkembangan komputer membawa manusia ke dalam era informasi yang tanpa batas. Informasi diperlukan manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah hidupnya, termasuk kehidupan dalam organisasi dan dunia kerja. Komputer adalah sistem elektronik yang memanipulasi data yang cepat dan tepat, serta dirancang dan diorganisasi secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi program yang tersimpan di memory.       
Ditengah upaya keras Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Riau dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk mengatasi permasalahan pengelolaan inventaris secara manual, Pemakaian komputer di bidang perlengkapan khususnya pada sistem penghitungan inventaris pada sebuah instansi pemerintahan yang memiliki pegawai terbatas,  memberikan manfaat yang sangat besar, baik dalam ketelitian maupun volume pekerjaan yang ditangani guna memberi kesejahteraan bagi pegawai-pegawainya. Sehingga dalam penyajian laporan dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan lengkap tanpa harus melalui proses pencatatan dan pencarian yang berulang-ulang.

                                                                        

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, yang menjadi pokok permasalahan dalam hal ini adalah bagaimana merancang sebuah sistem yang dapat mengelompokkan data inventaris agar data yang didapat tersusun secara sistematis.

1.3 Batasan Masalah

Dalam pembuatan sistem pengelolaan data inventaris ini, saya membatasi permasalahan yaitu dengan mengganti sistem lama dengan sistem baru yang dilakukan secara terkomputerisasi. Akan tetapi langkah-langkah dalam pengelolaan data-data inventaris barang kantor ini masih seperti sistem yang lama. Data yang akan dikelola meliputi data untuk pengadaan barang, buku barang, dan mutasi barang.

1.4 Tujuan Kerja Praktek

Tujuan pelaksanaan kerja praktek ini adalah :
1        Mempelajari sejauh mana teknologi informasi dapat dimanfaatkan di BAPPEDA.
2        Menganalisa cara kerja yang dilaksanakan di BAPPEDA, khususnya cara kerja mengenai pengelolaan data inventaris.
3        Membuat sistem pengelolaan data inventaris pada BAPPEDA Provinsi Riau.
4        Memberikan masukan bagi BAPPEDA khususnya didalam menerapkan sistem inventaris.

1.5       Manfaat Kerja Praktek

Manfaat yang diperoleh dari dilaksanakannya kerja praktek ini, sebagai berikut:
  1. Menerapkan ilmu yang didapat di kuliah pada dunia kerja yang sesungguhnya.
  2. Mendapatkan pengalaman yang berharga untuk dapat mengenal dunia kerja yang sesungguhnya.

1.6 Metodologi Penelitian

Dalam mengembangkan laporan kerja praktek ini, metodologi penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Studi Pustaka
Mempelajari buku-buku dan literatur yang berhubungan dengan kerja praktek ini.
2.      Wawancara
Melakukan wawancara secara langsung kepada kepala sub bagian perlengkapan untuk mengetahui tentang sistem yang digunakan selama ini serta sistem yang digunakan selama ini. Permasalahan yang dihadapi serta sistem yang diinginkan oleh pengguna. Pada tahap ini juga akan ditentukan kebutuhan pengguna dan kebutukan system itu sendiri.
3.      Analisis dan Perancangan
Pada tahap ini peneliti melakukan analisa kebutuhan system serta melakukan perancangan terhadap system aplikasi yang akan dibuat. Alat Bantu yang digunakan dalam melakukan analisa dan perancangan adalah Model Siatem, ER-Diagram, Flowchart, Context Diagram, Data flow Diagram dan Struktur Aplikasi.
4.      Implementasi dan Pengujian
Tahap pengimplementasian rancangan sistem ke situasi nyata. Pada tahap ini dimulai proses pemilihan perangkat keras, penyusunan perangkat lunak aplikasi (coding), dan pengujian (testing) apakah sistem sudah sesuai dengan kebutuhan.

1.7 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan kerja praktek ini dilaksanakan pada :
Waktu        : 1 November 2007 s/d 31 Desember 2007
Tempat      : BAPPEDA ( Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi XXX.

1.8 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan Kerja Praktek ini terdiri dari pokok-pokok permasalahan yang dibahas pada masing-masing yang diuraikan menjadi beberapa bagian :

BAB I    PENDAHULUAN

Berisi tentang deskripsi umum dari kerja praktek ini yang meliputi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan kerja praktek, manfaat kerja praktek, metode penelitian, waktu pelaksanaan kerja praktek dan sistematika penulisan.
BAB II   GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini membahas mengenai gambaran secara umum BAPPEDA yang memuat keterangan-keterangan yang berkaitan dengan masalah seperti : profil, struktur organisasi, program kerja, visi dan misi.

BAB III LANDASAN TEORI

Mengenai dasar-dasar teori yang digunakan sebagai pembanding dalam melakukan analisis.

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

Membahas metode perancangan perangkat lunak yang dipakai. Pada bagian ini juga memuat hasil perancangan yang merupakan terjemahan kebutuhan perangkat lunak yang meliputi struktur data, arsitektur perangkat lunak, rincian prosedur-prosedur, dan antar muka yang akan dikembangkan.
BAB V   IMPLEMENTASi PERANGKAT LUNAK
Bab ini berisi penjelasan tentang batasan implementasi dan pengembangan perangkat lunak.
BAB VI PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran-saran dari pembuatan kerja praktek ini.

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*